Surau Kito

Tentang Surau Parabek

Surau Parabek adalah gerakan literasi dan berintelektual yang dirintis dan dikelola oleh sekelompok Alumni Madrasah Sumatera Thawalib. Ketika pihak yayasan, pondok, dan guru-guru telah mengambil peran mereka masing-masing dalam mengembangkan diri dan potensi siswa melalui aktifitas pedagogis di Madrasah, maka dalam hal ini alumni mengambil peran dengan mengelola Surau Parabek ini.

Penamaan Surau Parabek merujuk kepada kenyataan sejarah bahwa Madrasah Sumatera Thawalib Parabek pada awalnya dimulai dari kajian halaqah di surau sepulangnya Syaikh Ibrahim Musa dari perjalanan haji dan menuntut ilmu di tanah Hijaz. Dimulai dari gerakan kecil, melangkah pasti dan konsisten melewati segala tantangan mulai dari kondisi politik yang tidak menentu hingga bencana gempa atau kebakaran besar, jejak langkah beliau saat ini telah mewujud menjadi salah satu Madrasah/Pesantren kenamaan di Sumatera Barat. Dengan demikian, penggunaan istilah ini tidak memiliki makna afiliasi sektarian atau semacamnya. Ide yang dikemukakan dengan istilah tersebut adalah simbol dari semangat membangun dari hal kecil dengan tekad melangkah dan menghadapi segala rintangan, layaknya Syaikh Ibrahim Musa yang telah mewariskan lembaga pendidikan penting ini.

Upaya ini merujuk kepada kesadaran terhadap sejarah, bahwasanya reformasi pendidikan Islam di Sumatera Barat pada abad kedua puluh tidak bisa dilepaskan dari budaya literasi. Geliat tulis menulis merupakan salah satu tonggak reformasi itu. Ide-ide tentang kemerdekaan, pendidikan, dan keislaman disebar secara lebih luas melalui majalah-majalah tersebut. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya majalah-majalah pendidikan dan pergerakan yang berbasis di Madrasah. Sejumlah arsip majalah pada awal tahun 1900-an ini bisa dilihat di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau di Padang Panjang. Madrasah Sumatera Thawalib sendiri melibatkan diri dengan penerbitan majalah Al-Bayan. Selain itu, Syaikh Ibrahim Musa, pendiri Madrasah Sumatera Thawalib, dan beberapa guru juga terlibat dalam majalah Al-Munir.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pula terlampaui. Rupanya itulah yang diharapkan dengan berjalannya Surau Parabek ini. Ada beberapa fungsi yang dipangkunya.

  1. Fungsi Literasi. Menjadi pemantik semangat dan wadah bagi para alumni Madrasah Sumatera Thawalib untuk melabuhkan semangat menulis mereka. Sejauh ini, beberapa alumni terlihat aktif dalam blog pribadi atau di akun media sosial masing-masing. Halaman ini kemudian akan menjadi gerakan sosial yang mengatasi inisiasi pribadi-pribadi tersebut. Dalam fungsi ini, Surau Parabek juga akan menjadi bahan bacaan secara luas para siswa di Madrasah Sumatera Thawalib. Dengan demikian, halaman ini akan menjadi contoh dan penyemangat mereka dalam dunia literasi.
  2. Fungsi intelektual. Surau Parabek menjadi wadah intelektualitas keluarga besar Sumatera Thawalib Parabek. Madrasah Sumatera Thawalib Parabek telah dan terus menjalankan perannya sebagai motor pendidikan Islam. Namun begitu, hingga saat ini belum ada fasilitas yang mewadahi pengembaraan intelektualitas para guru dan alumni dalam arti yang lebih serius. Surau Parabek diinisiasi untuk mengisi kekosongan tersebut, dimulai dengan pengelolaan laman online, dan ditindakanjuti dengan penerbitan buku.
  3. Fungsi historis. Surau Parabek berupaya menjadi arsip bagi catatan-catatan sejarah perjalanan Sumatera Thawalib Parabek. Hal ini dibuktikan dengan perhatian serius Surau Parabek terhadap kesadaran sejarah Sumatera Thawalib Parabek dan upaya penulisan biografi para Syaikhul Madrasah dan guru-guru.
  4. Fungsi Komunitas. Menjadi salah satu alat dalam membangun jaringan alumni.

Salah satu strategi yang dijalankan untuk menjalani keempat fungsi tersebut, Surau Parabek menjadikan penerbitan buku sebagai program utama. Saat ini, Surau Parabek telah memiliki hak untuk penerbitan buku dengan telah terbitnya Keputusan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-0003175.AH.01.04.Tahun 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Komunitas Surau Parabek. Surau Parabek telah menerbitkan buku “SURAU PARABEK: MENAPAK SEJARAH” pada tahun 2017, berisikan 50 artikel pilihan yang telah diterbitkan di laman online surauparabek.or.id.

Komentar