• Judul: Tafsir Meja Makan
  • Penulis: Matahari
  • ISBN: 978-602-61250-7-1
  • Penerbit: Surau Parabek
  • Tahun Terbit: April 2021
  • Jumlah halaman: 139
  • Ukuran Buku: 21 x 14 cm

“Perempuan, kalau masakannya mulai tak enak, tanda ia mau minta cerai” tutur Mangkidi di waktu istirahat toko. Mangkidi adalah seorang tua yang ditinggal kabur istrinya semasa ia masihlah seorang lelaki kekar dan miskin. Mangkidi yang sekarang sudah loyo tapi tetap miskin, mungkin tidak berpengalaman soal membahagiakan istri, tapi ia berpengalaman soal ditinggal. Hati Ajo Senggoh ketar ketir.
-Tafsir Meja Makan

“Ma, Mama jangan mati hari ini. Meski ini hari Jumat, Mama tidak usah tergesa-gesa. Orang-orang bilang mati di hari Senin berarti berkah, mati di hari Selasa berarti dosanya diampuni, mati di hari Rabu berarti mulia, mati di hari Kamis berarti orang baik, mati di hari Jumat berarti ahli ibadah, mati di hari Sabtu berarti orang yang jujur, dan mati di hari Minggu berarti senang berderma. Itu artinya, Mama boleh mati kapan saja. Tidak harus hari ini.
-Mama jangan mati hari ini

Baca juga:  Aroma Pertama Saat Seseorang Merindukan Rumah, Matahari, 2019

Testimoni Topik Mulyana
(Dosen Bahasa Indonesia Universitas Parahyangan Bandung)

Matahari seorang penulis yang sangat potensial. Ia pandai mengolah suspense dan surprise dua unsur dalam plot, yang sangat menentukan apakah suatu cerpen menarik atau tidak bagi pembaca. Selain itu, ia banyak menggarap latar pesantren dengan apik, mengingatkan kita pada cerpen-cerpen Djamil Suherman. Satu hal lagi yang patut diapresiasi dari Matahari, ia mencoba menggarap fiksi polifonik dalam cerpen “Bukan Salah saya”, subgenre yang menuntut kemampuan menggunakan gaya bahasa secara optimal. Keunggulan lainnya dari cerpen tersebut adalah mengangkat tema tentang lingkaran setan permasalahan pengarajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi: tajam dan aktual.

Baca juga:  Sehari Bersama Shalat Sunnah, Miftahul Ghani, 2018

Pemesanan bisa dilakukan melalui:
WA 081927633962 (Matahari) atau klik di sini

Komentar