Buku ini membincang seluk-beluk ibadah shalat sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim dalam keseharian. Berawal dari permintaan dari jamaah salah satu masjid di kota Padang, buku ini barangkali layak untuk dikonsumsi pembaca yang lebih luas.

Shalat-shalat sunnah dalam buku Sehari Bersama Shalat Sunnah dibagi menjadi dua kategori: Shalat Sunnah Muthlaqah dan Muqayyadah. Penjelasannya dilengkapi dengan persoalan-persoalan yang sering muncul seputar pelaksanaan shalat sunnah, seperti hikmah berpindah tempat saat shalat sunnah, mengganti shalat sunnah fajar, menggabungkan niat dalam shalat sunnah, etika-etika shalat malam, dan lainnya. Oleh sebab itu, buku ini penting untuk dimiliki dan dibaca.

Ustaz Syihabuddin Ahmad, Da’i Kondang Malaysia

Penulisan-penulisan buku agama banyak tidak tertegak atas disiplin ilmu yang benar. sedangkan agama ini tertegak di atas dua ilmu utama ini. Tapi buku ini memenuhi hajat dan keperluan umat.

Baca juga:  Lentera dari Santri, Ahmad Suwistyo (ed.), 2018

Buya Deswandi, Syaikhul Madrasah Sumatera Thawalib Parabek

Buku “Sehari Bersama Shalat Sunnah” yang ada di tangan pembaca menjadi sangat penting untuk dimiliki karena memuat pembahasan mengenai shalat sunnah dengan metode yang mudah untuk dipelajari.

Fadhli Lukman, Ketua Yayasan Komunitas Surau Parabek bidang Riset dan Penerbitan

Buku ini merupakan tuntunan yang baik untuk ibadah shalat sunnah harian yang disajikan dengan lengkap, jeli, dan jelas, berdasarkan landasan-landasan argumentatif yang kokoh.

Biografi Penulis

Miftahul Ghani, lahir di Payakumbuh pada tanggal 03 Januari 1993. Adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Erdi Amir (rahimahullah) dan Indrawati. Menempuh jenjang pendidikan formal tingkat dasar di Sekolah Dasar 08 Tanjung Pauh – Payakumbuh, lulus tahun 2005. Pendidikan menengah pertama ditempuh di Pondok Pesantren Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, lulus tahun 2008. Pendidikan menengah atas dilanjutkan di sekolah yang sama lulus tahun 2011.

Baca juga:  Surau Parabek: Menapak Sejarah, Fadhli Lukman (ed.), 2017

Setelah menamatkan pesantren selama enam tahun, penulis melanjutkan jenjang perkuliahannya di Fakultas Dirasat Islamiyyah, Universtitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, pendidikan di sana hanya dilalui selama dua bulan saja, sebab pemuda kelahiran Payakumbuh ini memilih untuk melanjutkan studinya di Universitas al-Azhar, Cairo-Mesir, mengambil Fakultas Ushuluddin, Jurusan Ilmu Hadis, dan lulus tahun 2015. Setelah tamatnya, penulis melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, mengambil jurusan yang sama, yaitu Ilmu Hadis.

Kini, ia aktif mengisi beberapa kajian di kota Padang. Bagi yang ingin berkorespondensi, ia menyediakan alamat e-mail: ghanimesir@gmail.com.

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.