Banyak hal yang menjadi bagian dari kehidupan dan kita tidak menyadarinya. Mereka melekat begitu saja. Walaupun, pada akhirnya ia akan lepas seiring dengan berubahnya keadaan yang kita alami. Namun, satu hal yang harus dan wajib kita lekatkan pada diri kita. Apakah itu? Yaitu pendidikan.

Apa yang digiatkan penulis-penulis buku ini adalah suatu apresiasi besar mereka terhadap pendidikan terkhususnya di negara kita saat ini. Puisi-puisi yang termaktub dalam buku ini menggambarkan bagaimana pendidikan dilihat dan dinilai dari banyak sudut pandang. Pendidikan merupakan proses penanaman moral dan pengetahuan dalam diri seseorang. Tanpa pendidikan seseorang akan hidup percuma.

Baca juga:  Aroma Pertama Saat Seseorang Merindukan Rumah, Matahari, 2019

“Jika hidup hanya sekadar hidup, kera di Rimba juga hidup. Kalau kerja hanya sekadar kerja, kerbau di sawah juga bekerja.” Sesuai perkataan Buya Hamka, begitulah kiranya manusia tanpa pendidikan.

Proses bagaimana puisi-puisi ini juga tidak lepas dari kerja keras seluruh keluarga Madrasah, terkhusus rekan- rekan saya Ikatan Pelajar Sumatera Thawalib (IPST) angkatan 50 divisi bahasa yang mengerahkan jerih upayanya dan mengadakan ajang penulisan antologi puisi bersama hingga dibukukan dan dapat kita nikmati.

Komentar