Gempa bumi yang akhir-akhir ini melanda beberapa daerah di Indonesia menyerpihkan kedalaman luka yang membuat kekerdilan hati manusia akan misteri di balik keindahan alam dan keburukan alam. Walaupun segala bencana adalah rasional, namun tetap di dalam Islam mensyariatkan pada pemeluknya untuk beristirja’dengan mengambil rujukan sebagai hukum sebab-akibat.

Gempa bumi tidak terjadi begitu saja, Tuhan tidaklah sewenang-wenang memerintah bumi bergoncang sehingga terjadi bencana. Tidak ada sepotong ayat-pun yang menjelaskan bahwa bumi bergoncang dengan sendirinya. Tetapi ia “diguncangkan”, maka terjadilah gempa bumi.

Di dalam al-Quran, gempa bumi memiliki nama yang berbeda-beda, beberapa nama disebutkan dalam beberapa ayat. Adapun nama-nama gempa bumi dalam al-Quran adalah sebagai berikut

Al-Zalzalah.

Nama ini disebutkan sebanyak enam kali; satu kali disebutkan dalam Q.S. al-Baqarah: 214 dan Q.S. al-Hajj:1, kemudian disebutkan sebanyak dua kali masing-masing dalam Q.S. al-Ahzab: 11 dan Q.S. al-Zalzalah: 1. Adapun rinciannya:

S. al-Baqarah: 214, Allah SWT berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُواحَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

S. al-Hajj: 1, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَالسَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

S. al-Ahzab: 11, Allah SWT berfirman:

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوازِلْزَالًاشَدِيدًا

Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.

S. al-Zalzalah: 1, Allah SWT berfirman:

إِذَازُلْزِلَتِالْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat).

Badhlu Al-Ardh.

Nama ini disebutkan hanya sekali di dalam al-Quran, yaitu pada surat Ibrahim ayat 48, Allah SWT berfirman:

يَوْمَتُبَدَّلُ الْأَرْضُغَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Qath’ul Al-Ardh.

Nama ini juga disebutkan hanya sekali saja dalam al-Quran, yaitu dalam surat al-Ra’du ayat 31, Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْبِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُأَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَىٰ ۗبَلْ لِلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا ۗأَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًاۗوَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِنْ دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِيَ وَعْدُ اللَّهِ ۚإِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Tasyiir

Sama dengan dua nama sebelumnya, sebutan gempa dengan istilah “taysir” disebutkan hanya satu kali dalam al-Quran, yaitu pada surat al-Ra’du ayat 31 sebagaimana yang sudah disebutkan di atas. Hanya saja, kata Tasyiir disandangkan kepada kata al-Jibal, tidak kepada kata al-Ardh.

Al-Dakk

Nama ini disebutkan sebanyak empat kali di dalam al Quran; satu kali dalam Q.S. al-Haqqah: 14 dan disebutkan tiga kali dalam Q.S. al-Fajr: 21. Adapun perinciannya yaitu:

Baca juga:  Unsur-unsur Serapan dalam Bahasa Al-Qur`an

S. al- Haqqah: 14, Allah SWT berfirman:

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةًوَاحِدَةً

Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

S. al-Fajr: 21, Allah SWT berfirman:

كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.

Al-Fasad

Nama ini disebutkan dua kali di dalam al-Quran, yaitu:

S. ar-Rum: 41, Allah SWT berfirman:

ظَهَرَالْفَسَادُفِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

S. al-Anfal: 73, Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌكَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Al-Rajfah

Nama ini disebutkan sebanyak tujuh kali di dalam al-Quran; satu kali dalam Q.S. al-A’raf: 155, Q.S. al-A’raf: 78, 91, Q.S. al-Ankabut: 37, Q.S. al-Muzammil: 14, dan disebutkan dua kali dalam surat Q.S. Q.S. al-Nazi’at: 6. Adapun perinciannya yaitu:

S. al-A’raf: 155, Allah SWT berfirman:

وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا ۖ فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُقَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya”.

S. al-A’raf: 78, Allah SWT berfirman:

فَأَخَذَتْهُمُالرَّجْفَةُفَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

S. al-A’raf: 91, Allah SWT berfirman:

فَأَخَذَتْهُمُالرَّجْفَةُفَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.

S. al-Ankabut: 37, Allah SWT berfirman:

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُفَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

S. al-Muzammil: 14, Allah SWT berfirman:

يَوْمَتَرْجُفُالْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا

Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.

S. al-Nazi’at: 6, Allah SWT berfirman:

يَوْمَتَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ

Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam.

Khasf

Nama ini juga disebutkan sebanyak enam kali di dalam al-Quran, yaitu:

S. al-Nahl: 45, Allah SWT berfirman:

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَاللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.

S. al-Isra: 68, Allah SWT berfirman:

أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَبِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا

Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu.

S. al-Qashah:81, Allah SWT berfirman:

Baca juga:  Rahasia di balik Fabi ayyi Ālā'i Rabbikumā Tukazzibān

فَخَسَفْنَابِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

S. al-Ankabut: 40, Allah SWT berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَابِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

S. al-Mulk: 16, Allah SWT berfirman:

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَبِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?.

S. Saba: 9, Allah SWT berfirman:

أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْبِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (Q.S. Saba’: 9)

Madd

Nama ini disebutkan sebanyak satu kali di dalam al-Quran, yaitu dalam surat Q.S. Al-Insyiqaq ayat 3, Allah SWT berfirman:

وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ

dan apabila bumi diratakan.

Rajj

Nama ini juga disebutkan hanya sekali, yaitu di dalam surat Al-Waqi’ah ayat 4, Allah SWT berfirman:

إِذَا رُجَّتِ الأرْضُرَجًّا

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya .

Syaqq

Adapun pemakaian istilah Syaqqpada gempa, disebutkan sebanyak empat kali di dalam al-Quran; satu kali dalam Q.S. Maryam: 90 dan Q.S. Qhaff: 44, kemudian disebutkan pula sebanyak dua kali dalam Q.S. Abasa: 26. Adapun perinciannya yaitu:

S. Maryam: 90, Allah SWT berfirman:

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّالْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا

Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh.

S. Qhaff: 44, Allah SWT berfirman:

يَوْمَتَشَقَّقُالْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ۚذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami. (Q.S. Qhaf: 44)

S. Abasa: 26, Allah SWT berfirman:

ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا

Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa istilah asli dari gempa bumi dalam al-Quran adalah menggunakan kata zalzalah, namu terdapat juga beberapa ragam katayang menunjukkan arti gempa bumi dalam al-Quran, yaitu kata badl al-ardl (penggantian bumi), qath’al-ardh (terbelahnya bumi), tasyiir(goncangan pada gunung), dakk (terbenturnya bumi, digoncangkannya bumi), dan fasad al-Ardl (kerusakan bumi), rajfah (gempa yang dahsyat), khasf (terbenamnnya bumi), madd (meratakan bumi), rajj(gocangan yang dahsyat), syaqq (terbelahnya bumi).

Dengan demikian, nama-nama atau istilah yang digunakan oleh Allah SWT dalam menggambarkan kejadian gempa bumi di dalam al-Quran, ditemukan berjumlah sebelas istilah Banyaknya pembicaraan al-Quran dengan istilah yang telah disebutkan, patut menjadi bahan pelajaran dan instropeksi bagi kita dalam mengarungi kehidupan sebagai hamba Allah Ta’ala.

Komentar

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.