Pemandangan yang paling mengharukan setiap kali seorang muslim memasuki Masjidil Haram adalah melihat Ka’bah. Bangunan indah ini ditutup kain bernama “Kiswah”. Kiswah adalah kain penutup Ka’bah berwarna hitam yang dihiasi rajutan benang emas. Konon, sebelum diproduksi secara modern di Arab Saudi tepatnya di Ummul Jud, kiswah pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman khalifah ‘Abu Bakar al-Shiddiq, sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.

Meski nyaris semua muslim mengetahui tentang Kiswah tersebut, hanya saja mungkin tak semua dari kita yang tahu mengenai fakta dan kisah-kisah menarik di baliknya. Salah satu di antara fakta itu adalah mengenai perubahan warna Kiswah Ka’bah yang pernah terjadi sepanjang sejarah. Artinya, kain penutup Ka’bah itu ternyata pernah berwarna selain warna yang sekarang. Bagaimana sejarahnya? Berikut uraian singkat mengenai hal itu.

Kiswah Berwarna Garis-Garis Merah dan Putih

Pasca Pembebasan kota Mekkah atau yang dikenal dengan Fathu Mekkah (10 Ramadhan 8 H), Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallampernah menggunakan Kiswah Ka’bah yang berasal dari negeri Yaman (tsiyab Yamani). Adapun warna Kiswah ketika itu adalah berwarna merah yang diselingi oleh warna putih.

Kiswah Berwarna Putih

Di masa Abu Bakr, Umar, dan Utsman radhiyallahu ‘anhum, mereka memasang Kiswah Ka’bah dari kain berwarna putih halus buatan negeri Mesir. Kain itu dinamakan juga dengan kain “Qabathiy” diambil dari kata Qibthy, nama lain dari penduduk Mesir.

Kiswah Ka’bah Berwarna Merah

Kemudian tahun 64 H, pada masa pemerintahan ‘Abdullah bin Zubair, ia menghiasi Ka’bah dengan Kiswah yang terbuat dari sutra berwarna merah.

Kiswah Berwarna Kuning

Pada tahun 456 H, di zaman kekuasaan Dinasti Saljuk, Sulthan Malik Syah menghadiahkan untuk Ka’bah, Kiswah yang terbuat dari sutra berwarna kuning.

Kiswah Berwarna Hijau

Ketika Dinasti ‘Abbasiyah berkuasa, Khalifah al-Nashir mengganti Kiswah Ka’bah dengan Kiswah sutra berwarna hijau, tepatnya kejadian itu terjadi pada tahun 614 H.

Kiswah Berwarna Hitam

Pada tahun 622 H, Khalifah al-Nashir kemudian mengganti lagi Kiswah Ka’bah dengan kain sutra berwarna hitam. Saat itu hingga sekarang, warna dari Kiswah Ka’bah tidak pernah ditukar lagi.

Jadi, sepanjang sejarah Kiswah Ka’bah pernah memiliki lima corak warna sebelum digunakan warna hitam seperti sekarang.Semoga suatu saat kita bisa menyentuh kain penutup Ka’bah tersebut dan dapat melasanakan shalat di bangunan yang ditutupinya, Aaminn..

Komentar

Baca juga:  Kebijaksanaan dan Rasionalitas: Hikmat bagi Pendidikan [Part 1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.