Bila pembaca sedang membaca artikel ini dan memiliki cukup waktu luang, silahkan pembaca ambil selembar kertas dan alat tulis lalu gambarlah sebuah pemandangan.

Gambar apa yang pembaca coretkan di kertas? Apa masih sepasang gunung dengan jalan di bagian tengah dengan pemadangan sawah, rumah, dan sebuah mobil dan pohon? Jika benar, maka bersyukurlah bahwa pembaca adalah manusia normal lainnya yang tumbuh besar lewat ‘penyeragaman imajinasi’. Saya sarankan pembaca coba membaca bab 1 buku The Little Prince karangan Antoine de Saint-Exupery untuk mengetahui bagaimana penyeragaman imajinasi membunuh masa depan seseorang.

Coba pembaca bayangkan jika seluruh manusia hidup dengan imajinasi yang sama. Harry Potter akan gagal tayang karena J.K Rowling hanya bisa membayangkan stasiun kereta api hanya memiliki tiang-tiang biasa, bukan tiang magis yang bisa membawa seseorang menuju kereta khusus menuju Hogwarts. Tanpa imajinasi itu tidak akan ada 476 Juta Dolar AS terkumpul untuk menghidupi ratusan artis dan kru pembuatan film.

Secara lebih luas, bisa kita lihat bagaimana imajinasi menghantarkan manusia pada kreativitas. Albert Einstein pernah dimintai saran oleh seorang kenalannya yang menginginkan agar anak lelakinya menjadi ilmuan seperti Einstein. If you want your children to be intelligent, read then fairy tales. If you want them to be very intelligent, read them more fairy tales, jawab ilmuan itu.

Anggapan bahwa membaca fiksi sebagai hal yang membuang waktu hendaknya ditinjau kembali. Tidak hanya berfungsi sebagai pemantik imajinasi, fiksi juga dapat menjadi gerbang candu baca bagi orang-orang, khususnya masyarakat Indonesia dengan tingkat literasi yang masih rendah.

Apakah membaca fiksi membuat seseorang serta merta menjadi pintar? Juara kelas? Tidak. Membaca fiksi tidak membuat anda serta merta memahami asal usul dan filosofis dunia. Namun, dengan membaca fiksi, seseorang dapat terikat pada serangkaian kejadian-kejadian yang bisa membuatnya penasaran dan menebak-nebak apa yang akan terjadi setelahnya. Akan ada sebuah rantai rasa penasaran yang saling berkesinambungan seiring dengan berjalannya alur dan plot cerita. Bagaimana selanjutnya? Apa yang akan dilakukan tokoh untuk menyelesaikan masalahnya? Sekalinya seseorang telah mendapati rasa penasaran yang terjawab sebagai sebuah kepuasan, membaca akan menjadi hal yang menyenangkan. Lalu mereka akan mulai membaca semua hal untuk memuaskan rasa penasaran mereka, sehingga akhirnya membaca akan menjadi candu tersendiri.

Hal lain yang ditawarkan fiksi adalah menumbuhkan kepekaan dan rasa empati. Dalam karya fiksi, pembaca dihadapkan pada situasai dimana ada seseorang yang sedang mengalami sebuah kejadian. Dalam tingkat yang lebih tinggi, pembaca bahkan bisa berkontempelasi menganggap dirinya sebagai tokoh tersebut dan ikut merasakan emosi yang dibawa oleh tokoh. Tidak jarang ketika membaca fiksi, seseorang bisa ikut tertawa, marah, menangis, sesuai dengan suasana kisah. Mental pembaca sedang dilatih waktu itu untuk memberikan empati pada tokoh. Membantu menyadarkan seseorang bahwa sesuatu tidak terjadi hanya dari sudut pandangnya.

Masih yakin tidak mau baca fiksi?

Sebagai upaya merangsang minat baca fiksi, kami dari tim surau parabek mengadakan Give Away buku Surau Parabek: Menapaki Sejarah. Give Away ini bisa diikuti di official account Instagram Surau Parabek @surauparabek_official

Cara Ikut Give Away ini:

  1. Follow akun @surauparabek_offical
  2. Baca tulisan-tulisan yang ada di rubrik fiksi surau parabek (or.id/category/fiksi/)
  3. Pilih salah satu tulisan yang menurut anda paling menarik. Buatlah resensi singkat mengenai tulisan tersebut dan alasan mengapa tulisan itu paling menarik menurut anda.
  4. Upload resensi singkat tersebut sebagai caption di akun Instagram pribadi anda (gambar yang diupload adalah screenshoot judul tulisan yang dipilih di web surau parabek) dengan men-tag @surauparabek_official beserta 5 orang teman anda yang butuh membaca fiksi, lalu tambahkan #kelasmenulisonline #giveawayfiksi #surauparabek di akhir caption.
  5. Lima orang pemenang akan dipilih berdasarkan caption paling unik dan menarik

Bagi pembaca yang memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan fiksi dan mempunyai semangat berbagi untuk ikut menjadi kontributor tulisan fiksi surau parabek, bisa ikut menjadi bagian dari kelas menulis fiksi surau parabek. Informasi lebih lanjut bisa diakses di surauparabek.or.id/kelas-menulis-online-surau-parabek

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.