bagian kedua bisa dibaca di sini.

Memang tak dapat dipungkiri bahwa era globalisasi merupakan sebuah masa dimana semua orang dituntut untuk mampu menguasai teknologi. Karena jika tidak, secara otomatis ia akan kehilangan peran dalam kehidupan bermasyarakat. Teknologi di masa sekarang telah menjadi kebutuhan primer yang tak dapat ditinggalkan. Hampir semua aspek kehidupan manusia ditunjang oleh peran teknologi, dan semua itu merupakan realitas yang mutlak ada di abad modern ini.

Menyikapi hal ini, seorang santri juga harus siap menghadapinya. Meskipun dibimbing dan dibina dengan ilmu-ilmu kegamaan, seorang santri juga harus melek terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, berbagai upaya telah dilakukan oleh pondok pesantren guna mengatasi tantangan zaman di era globalisasi ini. Salah satunya ialah dengan membekali santri dengan keilmuan-keilmuan umum dan modern, disamping keilmuan-keilmuan agama. Maka tidak heran jika saat ini kita menemukan banyak pondok pesantren yang telah memasukkan mata pelajaran umum ke dalam kurikulum pendidikannya.

Baca juga:  Perjalanan dan Perbekalan : Sebuah Kisah tentang Kesetiaan Umar Ibn al-Khattab

Sehingga mulailah bermunculan sarjana-sarjana umum yang sebenarnya merupakan hasil dari didikan para kiyai di pondok pesantren!
Di tahun kedua peringatan “Hari Santri” yang telah jatuh pada tanggal 22 Oktober lalu, penulis menghimbau seluruh santri untuk semakin menumbuhkan sikap percaya diri dan tekad yang kuat untuk menampilkan dirinya sebagai sosok yang mampu menjadi pionir dalam mengatasi krisis degradasi moral bangsa. Kitalah pionir-pionir yang sebenarnya dibutuhkan oleh bangsa saat ini dan di masa yang akan datang. Tidak ingatkah kita betapa besarnya perjuangan santri dan para kiyai dahulu dalam merebut kemerdekaan bangsa dari tangan penjajah?

Dorongan tekad dan semangat dengan gencar dihembuskan oleh para Kiyai terhadap para santri untuk merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka apakah saat ini kita pantas untuk berdiam diri dan larut dalam cemoohan sebagian orang yang memandang negatif keluguan kita? Tidak! Hilangkan segera sikap yang demikian! Buktikan kepada mereka bahwa sejarah akan terulang! Era globalisasi tidak lebih dari sekedar ‘fase pengulangan” dari era penjajahan dahulu. Globalisasi telah “menjajah” mental pemuda dan pemudi bangsa Indonesia saat ini. Maka kita, kitalah para santri yang telah dibekali keilmuan intelektual dan spritual yang selayaknya maju dan berdiri tegak di garis terdepan dalam menghadapi penjajahan ini.

Baca juga:  Wabah Tekno-Stress di Perpustakaan

Yakinlah bahwa sejarah akan terulang! Yakinlah bahwa santri adalah para pejuang yang akan menyelamatkan bangsa ini dari segala bentuk penjajahan, baik penjajahan fisik maupun mental! Dan yakinlah bahwa santri mampu mengubah tren buruk globalisasi menuju tren positif yang akan menyelamatkan bangsa ini dari jurang kehancuran!

Komentar

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.