Secara terminologi puasa berarti menahan segala yang membatalkannya sejak waktu subuh masuk hingga azan maghrib berkumandang. Seperti meninggalkan makan, minum, berhubungan suami istri dan sebagainya. Dengan memenuhi syarat yang telah ditetapkan tersebut maka gugurlah taklif.

Imam Gazali tak mencukupkan puasa hanya dengan menahan makan, minum dan yang hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa menurut para fukaha. Beliau memandang puasa tak hanya menahan nafsu untuk makan dan minum belaka, tapi nafsu batin dan maksiat di dalam hati juga harus dijaga. Imam Gazali membagi puasa menjadi tingkat. Shaum al Umum, shaum al khusus, shaum khusus al khusus.

Shaum al Umumadalah puasa yang biasa kita kenal, menahan dari segala yang membatalkan puasa seperti yang telah kita ketahui dalam pelajaran fikih. Shaum al khususadalah puasanya orang-orang saleh dengan menjaga telinga, mata, lisan, dan anggota tubuh lainnya. Shaum khusus al khususmerupakan puasanya para nabi, puasanya para ahli Allah. Mereka berpuasa menjaga hati dari hal duniawi. Tidak menyibukkan pikiran mereka kepada selain Allah.

Baca juga:  Hal-hal yang Perlu Diketahui Mengenai Taubat

Dalam kitabnya Ihya UlumiddinImam Gazali memfokuskan pada puasanya orang yang saleh. Lebih lengkapnya Imam Gazali menguraikan dengan enam perkara yang harus dijaga dan dilakukan untuk mengikuti jalannya orang-orang saleh. Yang pertama adalah menjaga pandangan dari segala yang hal tak diperbolehkan melihatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda : ”Pandangan adalah anak panah iblis yang terlaknat, maka siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, Allah berikan manisnya iman di dalam hatinya”. (H.R Hakim)

Yang kedua adalah menjaga lisan dari gibah, mengadu domba, mencaci orang lain. Diiringi dengan perbanyak diam, meyibukkan diri dengan zikir kepada Allah. Sufyan As Sauri berkata : “Gibah akan merusak puasa”.Yang ketiga menahan diri dari mendengarkan perkara yang haram. Karena sesuatu yang haram dikatakan maka haram pula lah mendengarkannya.

Keempat, menahan anggota tubuh lainnya dari dosa. Seperti kaki, tangan, dan perut dari makanan yang haram. Karena puasa tak akan bermakna dengan menahan makan minum yang halal kemudian berbuka dengan yang haram. Maka perumpaan orang seperti ini seperti orang yang membangun sebuah istana kemudian menghancurkan satu kota. Sesungguhnya yang halal itu memberi mudarat ketika terlalu banyak dikonsumsi, maka puasa adalah jalan untuk mengurangi konsumsi yang berlebihan tersebut.

Baca juga:  Tuntunan Shalat Qiyamullail Semalam Suntuk

Kelima hampir senada dengan yang keempat namun lebih spesifik Imam Gazali menekankan untuk tidak memperbanyak konnsumsi makanan saat berbuka puasa. Karena ditakutkan dengan banyaknya porsi makan saat berbuka akan membuat perut penuh. Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bejana yang paling dipenci oleh Allah adalah perut yang penuh dengan yang halal “ (H.R Tirmidzi).

Terakhir, hatinya hendaknya selalu berada dalam keadan harap dan cemas, khauf wa raja’. Hatinya berharap puasanya diterima oleh Allah, dan di sisi lain hatinya juga takut jika Allah tak menerima amal puasanya. Semoga semua amal puasa kita pada tahun ini dan pada tahun sebelumnya diterima oleh Allah. Dan semoga kita bisa mengaplikasikan enam cara orang salih berpuasa.

Komentar