Sudah dua minggu berselang puasa Ramadan telah kita lewati. Tentunya puasa yang kita lakukan telah memenuhi syarat dan ketentuan. Dalam berpuasa ada dua rukun penting yang harus kita penuhi. Pertama adalah niat yang harus dilakukan sebelum waktu subuh masuk. Kedua adalah menahan dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut penjelasan beberapa hal yang bisa membatalkan puasa.

Yang pertama, makan dan minum secara sengaja, sedikit atau banyak. Jika orang yang sedang berpuasa makan dan minum dalam keadaan lupa maka puasanya tidak batal dan harus melanjutkan puasanya. Kedua, masuknya sesuatu ke dalam lubang atau rongga yang terbuka di seluruh tubuh. Seperti kubul, dubur, mulut, telinga, hidung. Maka apapun yang masuk ke dalam rongga tersbut secara sengaja, sadar, dan tahu akan ketidakbolehannya dapat membatalkan puasa. Memakai obat tetes telinga atau mengorek kotoran telinga yang melewati seukuran jari kelingking masuk dipandang membatalkan puasa.

Kemudian, ada beberapa pengecualian dalam hal ini. Jika seseorang menelan ludahnya yang yang suci maka hal seperti ini tidak apa-apa. Namun jika gusinya berdarah dan darah itu bercampur dengan ludahnya maka hendaklah orang yang berpuasa membersihkan mulutnya. Karena jika ludah yang telah bercampur tadi masuk ke dalam kerongkongan, maka puasanya batal. Begitu juga dengan debu di jalan. Jika debu tersebut masuk ke dalam rongga di tubuh maka tidak membatalkan puasa seseorang.

Baca juga:  Beragama¬† dengan Wahyu atau Logika?

Berikutnya, jika seseorang melaksanakan mandi wajib atau sunnah, kemudian air masuk ke dalam telinga ataupun hidungnya, maka hal ini tidak membatalkan puasa. Berbeda dengan mandi yang mubah seperti mandi untuk mendinginkan badan atau mandi untuk menyegarkan badan yang sedang letih melaksanakan puasa, jika saat mandi tersbut air masuk ke dalam telinga ataupun rongga lainnya maka hal ini membatalkan puasa. Bagi orang yang berpuasa dimakruhkan untuk gosok gigi saat waktu zuhur telah masuk. Dan berkumur-kumur dibolehkan saat berpuasa, dengan catatan tidak berlebihan.

Baca juga:  Hal-hal yang Perlu Diketahui Mengenai Taubat

Yang ketiga adalah muntah dengan sengaja. Seperti syarat yang sebelumnya, orang yang sengaja muntah ini harus tahu bahwa perbuatan seperti ini membatalkan puasa dan dia sengaja mengerjakannya. Batalnya puasa ini semata-mata karena muntah dengan sengaja tersebut, meskipun tidak ada yang dimuntahkan itu masuk ke dalam kerongkongan.

Keempat, hubungan suami istri sekalipun tidak keluar mani. Dan juga dimakruhkan untuk suami istri bercumbu, karena ditakutkan bisa menyebabkan inzal atau keluarnya mani. Sesungguhnya puasa adalah momen untuk menjaga syahwat. Kelima adalah mengeluarkan mani secara sengaja, baik itu dengan tangan atau dengan bercumbu dengan istri.

Yang keenam adalah haid dan nifas. Jika haid datang saat siang hari puasa maka puasanya batal dan wajib mengqada puasa tersbut. Dan yang terkahir adalah gila dan murtad. Semoga kita selalu bisa menjaga puasa kita dari hal-hal yang dapat membatalkannya serta semua ibadah puasa kita diterima oleh Allah.

Komentar