Puasa merupakan ibadah mahda atau ibadah khusus dengan niat, rukun dan syarat tertentu. Oleh sebab itu, dalam berpuasa kita harus memenuhi syarat sah dan melaksanakan rukun serta meninggalkan segala sesuatu yang dapat membatalkan amalan puasa, mulai dari terbit matahari hingga waktu maghrib masuk. Salah satu hal yang penting dalam puasa adalah niat. Niat merupakan awal segala ibadah, tanpa niat ibadah hanyalah seperti kebiasaan. Karena guna niat adalah untuk membedakan antara kebiasaan (‘adah) dengan ibadah.

Secara istilah niat berarti sengaja melakukan sesuatu atau bermaksud mengerjakan sesuatu secara sadar. Maka niat puasa adalah bermaksud mengerjakan puasa secara sadar. Tempat niat adalah di hati, maka niat tidak cukup hanya dengan lafaz. Yang paling penting adalah niat di dalam hati. Untuk niat puasa Ramadan sendiri memiliki syarat khusus yang harus terpenuhi.

Yang pertama  adalah tabyit, yaitu berniat melaksanakan puasa sebelum waktu subuh masuk. Jika seseorang berniat melaksanakan puasa setelah masuk waktu Subuh maka niatnya diangggap tidak sah. Jika niat tidak sah maka batal puasa. Di beberapa mesjid atau musalla mungkin kita temukan imam yang mengingatkan para jamaah untuk berniat puasa esok hari setelah salat witir dilaksanakan.

Baca juga:  Puasa Jahiliyah

Dalil yang menyatakan bahwa puasa Ramadan harus diniatkan sebelum terbit fajar adalah,

من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له

Siapa yang tidak berniat melakukan puasa sebelum fajar maka puasanya tidak sah

Sedangkan untuk puasa sunah tidak diwajibkan berniat sebelum subuh. Andiakan seseorang lupa berniat sebelum subuh, maka dia masih memiliki waktu untuk berniat hingga waktu zuhur.

Yang kedua adalah takyin, yaitu menjelaskan jenis puasa yang akan dilakukan. Maka untuk puasa Ramadan harus diniatkan dalam hati untuk berpuasa Ramadan. Tidak cukup dengan niat puasa mutlak. Jika niat puasanya dimutlakkan untuk semua jenis puasa maka niatnya tidak sah. Dan tidak sahnya niat membuat puasa Ramadan juga tidak sah. Sedangkan untuk puasa selain puasa Ramadan tidak harus menjelaskan jenis puasa yang dilakukan. Cukup dengan memutlakkan untuk semua puasa maka puasanya sudah sah.

Baca juga:  Tuntunan Shalat Qiyamullail Semalam Suntuk

Yang terakhir adalah tikrar. Yaitu mengulang niat setiap ingin berpuasa di setiap malamnya. Maka berniat untuk satu bulan Ramadan dalam mazhab Imam Syafi’i tidak sah. Karena ibadah puasa Ramadan bukanlah ibadah yang terhitung dari hari pertama sampai akhir bulan, tapi ibadah puasa Ramadan dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Maka niat puasa Ramadan harus diulang setiap hari. Semoga kita bisa menjalankan puasa Ramadan dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh fukaha.

Komentar