Konotasinya sementara akan membawa anda dan saya tentunya kearah yang negatif, seperti bergairah, bernafsu, dan bergelora.

Gairah yang penuh nafsu dan bergelora itu pada saat tertentu sering tidak terarah dan terkendali, hingga menjadikan orang-orang yang menjadi kesing atau cangkang pembungkusnya, terbuai, terlena, tertidur sampi lelap, hingga pada titik tertentu terhenyak dan tersentak, kalau gelora nafsunya yang bergairah telah keluar dari satu harapan dan keinginan yang semestinya menghasilkan sesuatu yang mumpuni, bermanfaat dan memberi pengaruh nyata bagi orang disekitarnya.

Selingkuh batin, begitu saya menyebutnya. Agak ekstrim, jorok dan kurang enak didengar (baca). Namun demikian, kita coba beranalisa keluar dari makna dasar kata itu.

Selingkuh itu, selalu indah. Selingkuh itu selalu mesra. Selingkuh itu selalu menyenangkan, dan selingkuh itu orang Sunda kata ‘selingan kukuh’, jelas sangat bergairah, bernafsu dan bergelora.

Baca juga:  Perjumpaan dengan Quraish Shihab

Dalam konteks hubungan antara satu manusia dengan manusia lain, selingkuh merupakan kerja hati dan fikiran (dzikir/fikir), yang cara kerja dan modelnya susah di deteksi, sulit dimengerti, dan rumit jika dirancang menjadi sebuah aplikasi.

Berbeda hal nya dengan WEBSITE SURAU PARABEK, yang menjadikan ‘selingkuh batin’ yang saya kelak kelok kan pengertiannya di beberapa paragraf di atas, menjadi selingkuh yang ter ilhami dengan dengan makna ‘selingan ukuwah’ (baca: ukhuwah). Yang menjadi wadah paralel dan di aplikasi untuk menumpahkan segenap gelora, nafsu serta gairah untuk dikelola dan dimenej secara positif. Disamping sebagai wadah silaturrahim, tentunya website ini dimaksudkan juga untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam bentuk tulisan tanpa catatan kaki (non ilmiah), berikut coretan-coretan yang dilandasi dengan sumber-sumber yang telah teruji secara akademis.

Baca juga:  Selingkuh Batin Begins

Demikianlah kiranya selingkuh batin yang saya maksudkan. Dan mau atau tidak, suka atau tidak, senang atau tidak, sanggup atau tidak, bahkan sempat atau tidak, mengutip ‘ocehan’ guru saya Ardinal Bandaro Putiah Karramallaah, Sillaturrahim itu memang dahsyat.

Silatrurrahim (baca: selingkuh batin) selalu mendatangkan manfaat, silaturrahim meluaskan rezki, mengutip hantaran DR. Riki Saputra, dan silaturrahim juga menetaskan inspirasi, cegat Bang Ori Gagah saat menjerumuskan saya ke dalam pinggir jurang silaturrahim WEBSITE SURAU PARABEK nya.

Tanpa ‘melecehkan’ sudara, teman, sahabat, adik, kakak, guru, dunsanak, atau siapapun, mari kita ber’selingkuh batin’, sebab di antara selingkuh dan batin itu selalu ada kebaikan (Rahman dan Rahim Allah). Jangan beri ruang untuk yang lain.

Baarakallaahu Liy wa Lakum

Komentar

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.